Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2014

Yogyakarta, 26 Mei 2014 – PKBI Kota Yogyakarta bersama FORESPRO (Forum Remaja Peduli Kespro) Kota Yogyakarta menyelenggarakan MRAN (Malam Renungan AIDS Nusantara) dengan tema “What Should We Do With HIV/AIDS” di Pendopo Kec. Umbulharjo, Yogyakarta. MRAN ini bertujuan untuk mengenang sahabat-sahabat ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang telah meninggal dunia. Melalui MRAN ini kita diajak bukan saja untuk peduli terhadap masalah HIV/AIDS tetapi melalui renungan kita diajak untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan.

MRAN 2014 PKBI Kota Yogyakarta dibuka oleh Direktur PKBI Kota Yogyakarta, Dian Ekawati, S.S., dan kemudian dilanjutkan dengan deklarasi FORESPRO (Forum Remaja Peduli Kespro) yang telah terbentuk pada Konferensi Remaja tanggal 3 Mei 2014 di DPRD DIY . Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan penampilan dari FORESPRO.

MRAN 2014 ini dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta dari berbagai komunitas; PIK-R, remaja sekolah, ibu-ibu kader kelurahan, komunitas waria, sampai DPRD.  Dalam MRAN ini juga diadakan diskusi interaktif membahas mengenai HIV/AIDS yang dinarasumberi oleh Dr. Putu Yuda Hananta (Pengurus PKBI Kota Yogyakarta) dan Tities Anggita Fitriandita (Ramaja FORESPRO). Kesimpulan diskusi interaktif tersebut adalah kesepakatan untuk tidak memberikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan OHIDHA, mereka bukan lagi dipandang sebagai bagian dari masalah melainkan bagian dari solusi. Peran aktif remaja sangat dibutuhkan dalam kampanye penanggulangan HIV/AIDS, karena diketahui bahwa kasus HIV juga sudah terdapat pada usia  15-19 tahun yakni 34 kasus (KPA DIY per Desember 2013). Remaja adalah generasi emas penerus bangsa dan harus dilindungi dari ancaman HIV/AIDS. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai komunitas untuk memngkampanyekan penanggulangan HIV/AIDS.

MRAN dilanjutkan dengan acara renungan dengan menyalakan lilin untuk mengenang sahabat-sahabat ODHA yang telah meninggal dunia. Dengan diiringi suara gitar, remaja FORESPRO membacakan puisi-puisi dan renungan tentang HIV/AIDS. Renungan bukan lagi sebagai mengenang penderitaan, melainkan untuk menbulatkan tekad dan tindakan yang membawa perubahan. Renungan diakhiri dengan mengisi pohon harapan dengan daun-daun harapan. Apabila ODHA adalah kegelapan, maka lilin kita adalah semangat untuk menerangi mereka, semangat untuk mendukung, semangat untuk berjuang dan melawan HIV. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s